Tuesday, December 06, 2011

Wanita Emas vs Sampah

,

Di tengah perjalanan dari Bekasi menuju Grogol, mata saya tertuju pada sebuah iklan besar yang memuat foto seorang wanita dengan tagline "Wanita Emas". Terhitung sampai 3x saya melihat gambar mentereng itu dimana-mana, jelas membuat saya penasaran siapa sih wanita bersanggul tinggi ini. Lucunya, gambar ini sangat familiar ditemukan di belakang kaca metromini Jabodetabek.

Tebak-tebakan slogan "wanita emas" ini terbesit di otak. Apakah dia seorang pengusaha emas? atau mungkin ia seorang wanita yang doyan memakai perhiasaan? atau apakah ia seorang titisan raja Midas, saat menyentuh apapun bisa mengubahnya menjadi emas?

Daripada jawabannya ngelantur, akhirnya saya browse di google. Berdasarkan info dari sumber terakurat, wanita emas ini bernama Hasnaeni, seorang wanita yang berjanji akan mengubah sampah menjadi emas. Ah, yang benar saja? Tetapi faktanya, slogan ini adalah bagian dari kampanye partai berwarna merah untuk CAGUB DKI. plak! Spontan saya menepok jidat, sudah kuduga, pasti ini bagian dari kampanye sebuah partai politik.

Pertanyaan yang ada di benak saya, apa benar Ibu Hasnaeni bisa merubah sampah menjadi emas? Benarkah dia pernah bermain-main dengan sampah? Sedangkan dari image yang saya amati, figur wanita ini sangat jauh dari background sampah. Coba saja lihat polesan make up dan sanggul tingginya, bak biduan papan atas. Agak meragukan jika seorang wanita glamor mau bermain-main dengan sampah. Entahlah, semoga bukan kamuflase belaka. Saat ini sulit sekali membedakan antara politikus dengan entertainer. Mereka sama-sama mencari banyak cara untuk dikenal publik, bahkan dengan cara-cara yang dramatis.

Kesimpulannya, saya sudah tidak penasaran lagi dengan slogan "Wanita Emas". Ada kemungkinan bila wanita ini terpilih menjadi gubernur, Jakarta akan bersih dari segala jenis sampah, termasuk sampah masyarakat kah? ups!

Sunday, December 04, 2011

Banyak Koruptor Banyak Rezeki

,



Jumat, 2 Desember 2011, Abraham Samad sukses terpilih sebagai ketua KPK (Komisi Pemberantasan Korupsi) yang baru. Momen ini membuat saya tertarik untuk menulis perihal kasus korupsi yang tumbuh subur di Indonesia. KPK adalah sebuah lembaga pemerintah yang dibentuk untuk memberantas aksi korupsi di Indonesia. Melihat prestasi ketua KPK sebelumnya, Antasari Azhar, mampu menyeret dan memenjarakan 40 orang anggota DPR-RI dan delapan orang menteri yang terlibat kasus pidana korupsi (www.antaranews.com). Walaupun harus mengakhiri nasibnya sebagai tersangka, sepak terjang Antasari mampu membuat gerah para pejabat. Sekarang tugas ini dialihkan kepada Abraham, diharapkan  aksinya  pun mampu menguak kasus para koruptor nakal tanpa pandang bulu.

"Saya sangat siap menerima semua risiko atas jabatan saya. Bahkan saya pun siap di Antasari-kan. Lebih dari itupun saya sangat siap, mesti harus sampai meninggal dunia. Itu artinya saya mati di jalan Allah," jawab Abraham, Ahad (4/12), dalam acara silaturahmi dengan puluhan tokoh dan aktivis Sulawesi Selatan di Sekretariat Komite Pemantau Legislatif (Kopel) Sulawesi, Makassar. (http://www.metrotvnews.com/metromain/news/2011/12/04/74276/Abraham-Samad-Terinspirasi-Baharuddin-Lopa)

Praktek korupsi tidak hanya dilakukan oleh petinggi-petinggi negara, tetapi juga rentan dilakukan oleh rakyat jelata. Namun, karena keagresifan media massa, blow up kasus korupsi 'kalangan atas' dinilai lebih menarik dibandingkan 'kalangan bawah'. Sebagai contoh, saya menemukan sebuah surat kabar nasional yang mengulas 4 berita besar kasus korupsi dalam sekali terbit. Pertama, berita mengenai kasus suap dalam pemilihan Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia tahun 2004 dengan tersangka Nunun Nurbaeti. Kedua, kasus Bank Century dengan terpidana Robert Tantular. Ketiga, korupsi wisma atlet SEA Games Palembang oleh Sekretaris Kemenpora, Wafid Muharam. Keempat, Kasus suap di Kementerian Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Kemnakertrans). Keempat kasus tersebut membuktikan bahwa para pemimpin kita telah gagal dan melenceng dari figur seorang pemimpin yang amanah..

Balik lagi ke konteks demokrasi, apakah faktor kekuasaan membuat para pemimpin buta? Coba kita tengok DPR dan DPRD yang dianggap sebagai wadah perwujudan demokrasi, malah menjadi sarang koruptor. Aktivitas seperti jual-beli aneka RUU, utak-atik anggaran, pemekaran wilayah, pemilihan kepala daerah, proyek pembangunan, pemilihan pejabat, dan sebagainya menjadi lahan basah korupsi para anggota dewan. Hal ini dapat dicatat sebagai tugas besar bagi KPK, apakah mereka mampu membongkar kedok para serigala berbulu domba?



Entah bagaimana cara meminimalisir kasus korupsi yang telah mewabah di Indonesia. Dalam Islam, tidak melihat laki-laki atau perempuan apabila mencuri minimal 0,5 gram emas maka tangannya akan dipotong. Apakah hukuman yang pantas untuk seorang koruptor yang mencuri uang rakyat ratusan juta bahkan milyaran rupiah? Sistem hukum pidana di Indonesia terbilang sangat lemah, para koruptor yang telah menjadi tersangka  bisa mendapat fasilitas remisi (masa potongan tahanan), tentu saja dengan aturan-aturan hukum yang saya tidak pahami.

Fakta sejarah Islam  mencatat, ketika hukum-hukum Islam dilakoni secara sempurna termasuk hukum pidana, ternyata hanya terjadi 200 kasus pidana saja selama 1300 tahun dalam masa pemerintahan Islam (sistem Khilafah). Seandainya hukum islam ini mampu diterapkan di Indonesia, tidak hanya akan meringankan tugas KPK, melainkan angka korupsi di Indonesia InsyaAllah akan berkurang dengan drastis.

Sunday, November 20, 2011

Is it Funny?

,


Apa yang anda rasakan setelah melihat iklan di atas? Are they funny?
Ya, wanita kerap kali menjadi korban diskriminasi gender. Stigma wanita yang dianggap lebih rendah dari kaum pria, membuat mereka bertindak semena-mena dalam memproduksi iklan. Gambar-gambar tersebut hanya sebagian kecil yang saya temukan dari internet, alhasil beberapa iklan luar negeri mengexpose tema ini untuk menarik perhatian konsumen. Apakah gambar tersebut untuk menegaskan profil pria 'macho' dalam iklan mereka? Sungguh cara yang tidak manusiawi, mereka telah merendahkan citra wanita di mata publik.

Sejauh ini saya belum menemukan iklan berbau diskriminasi gender di Indonesia. Tidak dapat dipungkiri, secara visual iklan tersebut dapat merangsang kaum pria untuk berperilaku kasar terhadap wanita. Sudah berapa banyak wanita yang menjadi korban kekerasan? Apakah istilah entertain layak untuk dijadikan sebuah alasan? Bukankah masih banyak tema yang lebih bermoral dan valuable? Please, think smart!

Pictures source: http://beautifulishappy.blogspot.com/2010/10/iklan-diskriminasi-wanita.html

Tuesday, November 15, 2011

Aborsi Adalah Pilihan

,
Wanita mana yang tidak mendambakan kehadiran seorang malaikat kecil dalam hidupnya. Melahirkan, merawat, dan mendidik anak adalah cita-cita mulia yang menjadi impian setiap wanita. Ada rasa jengkel, sedih, dan iba berkecamuk dalam hati ketika mendengar seorang wanita menggugurkan kehamilannya (aborsi).

Segelintir info yang saya temukan, Indonesia dan Amerika adalah dua negara  yang memiliki pandangan berbeda dalam menyikapi aborsi. Abortion is legal in America, 4 dari 10 wanita hamil di Amerika melakukan aborsi, bahkan aborsi dianggap pilihan dan hak setiap wanita. Dalih demokrasi dijadikan alibi untuk mengkonduksi apapun, termasuk membunuh janin. Hal ini masih menjadi kontroversi di setiap negara,  sedangkan hukum di Indonesia melarang keras tindakan terkutuk ini karena dianggap tidak manusiawi serta tabu untuk budaya timur.

Sebagian besar kasus aborsi diakibatkan oleh kehamilan di luar nikah, dan pelaku terbanyak di Indonesia adalah wanita usia 20-24 tahun, dengan persentase sebesar 33%. (http://www.aborsi.org/pelaku.htm)
Banyak wanita keliru dalam mengambil sikap, mereka hanya berpikir pendek saat mengambil jalur pintas. Kehamilan di luar nikah dianggap aib, tujuan utama aborsi hanya untuk menutupi malu dan mempertahankan harga diri. Takut dikucilkan, dihina, atau pahitnya dibuang dari lingkungan. Namun, mengapa kata 'aib' itu tidak digaris bawahi sebelum mereka melakukan 'free sex'. 

Berdasarkan catatan dari Organisasi Kesehatan Dunia, WHO, ada 2,6 juta kasus aborsi tiap tahun di Indonesia. Hanya 15 persen tergolong aborsi legal dengan alasan medis, sisanya adalah kehamilan yang tak direncanakan. Wanita berbondong-bondong berburu klinik gelap untuk mengenyahkan janin mereka dengan ongkos aborsi dari Rp 1,5 juta hingga Rp 6 juta per kasus. 

Kitab Undang-Undang Hukum Pidana mengancam pelaku praktek ini dengan hukuman 15 tahun penjara. Akan tetapi undang-undang ini dirasa tumpul karena secara tindakan tampak kurang tegas. Bahkan ada beberapa pihak aparat dan dokter menjalin hubungan khusus untuk menggenjot bisnis menggiurkan ini. Bayangkan saja, ongkos aborsi bisa bergerak hingga 200 Miliar per tahun.

Pelaku utama aborsi adalah wanita yang melakukan seks pra nikah. Seks memang hal lumrah bagi setiap makhluk hidup. Namun, sadarlah setiap tindakan pasti ada konsekuensi yang harus dihadapi, baik secara jiwa maupun mental, bahkan meroda hingga jalur hukum. Wanita, bukanlah seekor binatang, yang berperilaku tanpa akal, dan berbuat tanpa tanggung jawab. Pikirkan lebih jauh sebelum bertindak, jangan biarkan dirimu hancur karena nafsu dan ego. Wanita adalah sosok yang paling dirugikan dalam hal ini, kehancuran akan selalu menghantui diliputi rasa bersalah yang tak pernah bosan melekat. Sekejap mata kasus ini mampu dituntaskan di tangan dokter, tapi bagaimana di tangan Allah?

Monday, November 14, 2011

26th Sea Games: Indonesia Banjir Emas

,
Atlet Indonesia mulai mengepakkan sayapnya dalam pesta olahraga bergengsi-Sea Games ke 26. Beribu rasa bangga dan sederet kekaguman membuat saya menggebu-gebu untuk menulis review prestasi Indonesia di Sea Games saat ini. Diawali dengan prestasi membanggakan dari atlet cabang dayung kelas kano, Eka Octarorianu, sukses mendapat medali emas pertama. Danau Cipule, Karawang, menjadi saksi bisu tombak semangat pemuda berusia 22 tahun ini. Di hari kedua, ada 3 medali emas disabet Indonesia dari cabang sepatu roda (Ajeng Nindya dan Muhammad Oky Andri), dan cabor sepeda (Purnomo). Dan masih banyak lagi deretan prestasi yang diraih pemuda-pemudi Indonesia dalam pesta olahraga yang diselenggarakan 2 tahun sekali ini.

Perolehan sementara sampai detik ini menurut situs resmi Sea Games ke 26 (seag2011.com), Indonesia telah menyabet 60 medali emas (gold), 48 perak (silver), 37 perunggu (bronze), dan total keseluruhan sementara adalah 145 medali. Saat ini Indonesia masih menduduki peringkat pertama, diikuti oleh Thailand dan Vietnam di posisi berikutnya. Saya harap posisi Indonesia tidak bergeser, dan hujan emas tetap mengguyur negeriku ini.

Satu hal yang tak kalah bombastis, aksi lihai tim garuda di cabang sepakbola berhasil menumbangkan 3 negara di lapangan hijau. Skor 6-0 sukses diraih mereka saat pertarungan pertama melawan Kamboja. Lalu disusul kemenangan yang tak kalah membanggakan saat melawan Singapura dengan skor 2-0. Bahkan tim sepakbola handal dari negara Gajah putih pun berhasil mereka bungkam dengan skor 3-1. It's so incredible!  

Prestasi gemilang ini diharapkan terus memotivasi para atlet sampai babak akhir. Rasa puas dan bangga tentu saja hal yang wajar, tetapi jangan sampai kita menjadi terlena hingga membuat lupa diri. Saya ingin dunia mengakui bahwa Indonesia memiliki prestasi yang hebat dalam bidang olahraga. Bukannya ingin menyombongkan diri, tapi itulah faktanya, negaraku bangsaku memang luar biasa! 

Saturday, November 12, 2011

Success is not About Money

,
Success can be generally defined as a goal achievement. The word 'success' may have a specific meaning for each person. For me, 'success' is talking about peacefulness, in both life and afterlife.

Sukses memiliki definisi yang cukup luas. Salah satu philanthropist favorit saya, Oprah Winfrey, mendefinisikan sukses sebagai  kemampuan menciptakan sebuah perubahan bukan hanya dalam hidupmu tetapi juga untuk kehidupan banyak orang.

"...being able to make a difference, not only your own life, but in other people's lives."-Oprah Winfrey

Quote tersebut sangat menginspirasi saya untuk menjelajahi ilmu yang lebih luas dan mengaplikasikannya kepada banyak orang. Akan tetapi, tidak harus menjadi seorang professor atau ilmuwan untuk menyumbang penemuan-penemuan luar biasa. Dan tidak pula harus menjadi seorang milyuner untuk dapat menolong sesama. Kesuksesan menghimbau keberadaan material, finansial, manajerial, sosial, psikologikal, emosional, bahkan spiritual.

Seorang balita di dalam bus pun telah sukses mengajarkan saya betapa berartinya sebuah arti kata 'terimakasih'. Kisah berharga ini terjadi saat saya pulang kuliah dengan menggunakan sarana transportasi umum. Dengan tubuh berpeluh, lelah, dan matahari yang seolah menari di atas kepala saya, membuat kondisi di dalam bus tidak nyaman. Ingin rasanya cepat-cepat tiba sampai tempat tujuan, akhirnya satu jam kemudian bus saya pun sampai. Saya jalan perlahan menuju pintu bagian depan bus, mengantri di belakang seorang ibu yang sedang menuntun anak balita berumur sekitar 4 tahun dan berjalan beriringan. Sebelum menginjakan kaki mungilnya di bibir pintu, balita itu menahan langkahnya dan berkata kepada sang supir, "Terimakasih ya, Bang." Saya tercengang seraya kagum mendengar ucapan sederhana itu terlontar dari mulut mungilnya. "Orang tua yang hebat," pikir saya. Secara etika, ibu itu telah sukses mendidik anak balitanya. Dan tanpa disadari, anak balitanya telah sukses mengajarkan sebuah pelajaran berharga untuk banyak orang di dalam bus.

Kisah sedehana tersebut menyadarkan saya bahwa ilmu sekecil apapun yang kita berikan untuk satu orang saja, bisa bermanfaat untuk banyak orang. Energi positif dari balita itu mampu merubah raut wajah sang supir menjadi bersinar, terlihat dari lontaran senyum nan tulus dan tampak lebih bersemangat untuk menjemput rezeki Allah.

Fitrah kita sebagai manusia yang tak pernah puas, membuat kita lupa, bahkan tidak menikmati kesuksesan yang kita capai.  Kesuksesan dalam hidup meliputi pencapaian kebahagiaan secara lahiriah dan batiniah. Banyak orang yang sudah mencapai kebahagiaan lahiriah, tetapi belum bisa merasakan kebahagiaan batiniah, begitu pula sebaliknya. Kesuksesan dunia identik dengan gaya hidup mewah, glamor, dan ambisi yang tidak pernah puas untuk terus mengejar harta. 

Sebuah obrolan panas yang sedang marak diperbincangkan, yaitu kasus pencucian uang dan pembobolan uang nasabah sebanyak 17 M oleh seorang wanita cantik, Melinda De. Deretan mobil mewah  dan sejumlah uang milyaran miliknya terpaksa harus disita, dan ia pun terancam vonis kurungan penjara lebih dari 10 tahun. Gemerlap duniawi telah membutakan mata banyak orang,  bahkan mereka rela menelantarkan moralitas dan harga diri. Apakah secara rasional mereka dapat dikatakan damai dan bahagia?   

Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda:

"Demi Allah, bukanlah kemiskinan yang aku takutkan (akan merusak agama) kalian, akan tetapi yang aku takutkan bagi kalian adalah jika (perhiasan) dunia dibentangkan (dijadikan berlimpah) bagi kalian sebagaimana (perhiasan) dunia dibentangkan bagi umat (terdahulu) sebelum kalian, maka kalian pun berambisi dan berlomba-lomba mengejar dunia sebagaimana mereka berambisi dan berlomba-lomba mengejarnya, sehingga dunia itu membinasakan kalian sebagaimana dunia membinasakan mereka." [Hadits shahih riwayat Al-Bukhari (no. 2988) dan Muslim (no. 2961)]

Hadis tersebut mengingatkan agar kita selalu waspada, jangan sampai nafsu mengendalikan diri kita. Jangan sampai kita terjerumus dalam glamornya kehidupan dunia yang bersifat sementara. Bentengi hati kita dengan iman dan takwa, karena rapuhnya keimanan seseorang pertanda jauhnya taufik dari Allah Subhanahu wa Ta'ala kepada hamba tersebut.

Saya menyimpulkan bahwa uang bukanlah tolak ukur seseorang dikatakan sukses. Sukses itu seharusnya bisa memberikan manfaat untuk orang lain, bukan malah merugikan banyak pihak. Menuju sukses membutuhkan proses, tetap patuhilah rambu-rambunya agar kita tidak trsesat. Tidak ada orang beriman yang takut akan masa depannya selama kita memiliki Kemauan, Kemampuan, dan keseriusan. Bismillah!

Friday, November 11, 2011

Sebuah Artikel Sesat di KOMPAS

,
Sebuah artikel Kompas sukses membuat saya dan sekelompok orang naik pitam, karena telah mengurai kutipan sesat tentang momen Idul Adha. Isi kutipan tersebut dimuat di Kompas tanggal 5 November 2011, berjudul "RENUNGAN IDUL ADHA, DI BALIK DONGENG MINA" karya Moeslim Abdurrahman di halaman 1.

Si penulis menyampaikan bahwa beberapa umat islam tidak mengetahui makna yang terkandung dalam moment Idul Adha. Sebagian dari mereka hanya menganggap penyembelihan hewan kurban sebagai tradisi yang dilaksanakan rutin setiap tahun. Ketika si penulis menguraikan ide tersebut, saya setuju kutipan itu dapat menjadi bahan intropeksi bagi seluruh umat muslim. Namun ada dua hal yang cukup mengiris hati, pertama adalah pemilihan kata yang cukup nyeleneh, dan kedua, menceritakan kisah yang melenceng dari ayat Al qur'an.

Saya menemukan sang penulis berkali-kali menggunakan kata "dongeng" dan "legenda" dalam mendeskripsikan kisah nabi Ibrahim Alaihis Salam dan tewasnya putra Nabi Muhammad, Al-Husain. Definisi dongeng berdasarkan Kamus Besar Bahasa Indonesia adalah cerita yang tidak benar terjadi, begitu pula dengan definisi legenda. Seolah-olah kisah suci nabi Ibrahim dan Al Husain, hanya fiktif belaka yang masih diragukan kebenarannya.

       Perhatikan potongan-potongan kutipan di bawah ini:
  • Kisah Nabi Ibrahim AS menyembelih anak kesayangannya memang bukanlah dongeng biasa.
  • Dongeng Mina setiap tahun memang harus kita kenang.
  • Sebab, setiap dongeng sesungguhnya tidak berbicara tentang kisahnya sendiri.
  • …jika kita mau menuturkan kembali dongeng Mina sebagai ide perubahan.
  • Itulah hebatnya sebuah dongeng suci. Seolah-olah peristiwanya tidak pernah usai….
  • Kalau diresapi, dongeng Mina – yaitu saat Nabi Ibrahim AS bersedia menyembelih anak kesayangannya tersebut — sesungguhnya bukan semata-mata ujian tentang keimanan.
  • 'Asyura-itu kini jadi legenda di dunia.
Sangat miris membaca kutipan-kutipan di atas, dimana seorang cendekiawan muslim hanya menganggap sebuah kisah suci sebagai dongeng belaka. Selain itu, pada halaman 7 terdapat kutipan bahwa tewasnya anak Nabi Muhammad Sallahu Alaihi Wassalam, Al Husain, saat pertentangan pemerintahan Bani Umayah dikaitkan dengan momen Idul Adha. Padahal umat muslim diperintah menyembelih kurban untuk mencontoh pengorbanan Nabi Ibrahim sebagai bentuk ketaatan kita kepada Allah Sang Khalik.

Kompas seharusnya lebih berhati-hati dalam memproses tulisan yang akan beredar, apalagi hal ini menyangkut nilai agama yang sangat sakral. Semoga Allah melindungi penulis, pembaca, dan yang mempublish artikel sesat tersebut.

Generasi Muda kok Hobi Demo?

,
Generasi muda di Indonesia tampaknya sangat agresif saat terjun bebas ke dalam dunia politik. Mereka mampu berekspresi, meneriakan aspirasi, serta memberi gebrakan untuk perubahan Indonesia yang lebih baik. Bahkan, banyak pula diantara mereka yang menentang pemerintah, seolah-olah mereka mampu menjadi dalang dalam pergerakan reformasi saat ini. Mereka rela mogok makan, tidur di jalanan, dan memblokir jalan-jalan utama agar suara mereka di dengar oleh para petinggi negara.

Demonstrasi mewarnai ibukota, hiruk pikuk nan rusuh meresahkan para pemakai jalan. Para demonstran itu tidak lain beranggotakan mahasiswa-mahasiswa aktif dari perguruan tinggi ngetop. Mereka berteriak-teriak sambil membawa spanduk bertuliskan kecaman, protes, atau pun penghinaan terhadap para petinggi negara. Bahkan terkadang mereka memainkan sebuah parodi sindiran atas kegagalan Pemerintah dalam mensejahterakan rakyatnya. Biasanya untuk mengekspresikan emosi, mereka membakar ban, bendera, dan foto-foto presiden atau pun pejabat negara. Bukan hal aneh, apabila pihak aparat kepolisian harus mengambil tindakan tegas untuk mengerem aksi mereka yang terkadang anarkis. Aksi demonstrasi ini biasanya diakhiri perang sikut antara pihak kepolisian dan para mahasiswa. Tentu saja hal ini akan berdampak buruk karena bisa melukai satu sama lain, bahkan memakan korban jiwa.

Sebaik-baik niat dan tujuan awal mereka, tetap saja mereka lupa akan kewajiban mereka sebagai pelajar. Mereka yang dibekali edukasi tinggi pasti lebih mengetahui tindakan apa yang dapat mereka lakukan untuk menciptakan sebuah "perubahan" bagi negara.

Bukankah sejak duduk di sekolah dasar kita sudah dididik untuk mengharumkan nama bangsa? Tentu saja dengan mengaplikasikan ilmu yang kita peroleh agar berguna bagi masyarakat luas. Banyak mahasiswa berprestasi yang tidak banyak cakap, namun memiliki etos kerja dan integritas tinggi dalam mengharumkan nama bangsa di dunia internasional. Itulah yang seharusnya kita tela'ah lebih dalam. Jangan hanya meneriakan kata demokrasi apabila kita belum mampu memaknai arti kata "demokrasi" yang sesungguhnya.

Sebuah quote favorit saya dari K.H Abdullah Gymnastiar:

"Gak usah sok sibuk memikirkan masalah bangsa, kalau diri sendiri masih menjadi masalah bangsa ini."

Dapat disimpulkan bahwa beberapa generasi muda terlalu banyak menuntut tanpa berupaya untuk memberikan kontribusi bermakna untuk bangsa dan negara. Semoga tidak ada kepentingan-kepentingan opnum tertentu dibalik aktivitas demonstran. Diharapkan pula tidak ada provokasi sengit terselubung untuk menjatuhkan kiprah satu sama lain di dunia politik, apalagi hanya memanfaatkan semangat generasi muda yang menggebu untuk kepentingan pribadi. #miris

Thursday, November 10, 2011

Why Do Some Babies Drool?

,
One of my male friends asks me a ridiculous question, is there any relations between the desire of pregnant mother and "baby's spittle"? As I know, there is a popular rumor in Indonesia, if a pregnant Mom's desire can't be fulfilled, her baby will drool overtime after being born. My laugh turns louder after listening to his question and story about his funny uncle.

My friend uncle's wife is getting pregnant for their first-lovely kid. In case, whatever her desire, her husband always gives it as soon as possible. Moreover, on the middle of night above 12 am, she was suddenly eager to eat mango so she woke her husband up immediately. Then, her husband climbed the tree to take some mangoes out for his wife. LOL.

I don't know what the relation is. In fact, some husbands always try to make their wife happy with a great love. They will do anything to keep their baby and Mom feel at ease. Wow, this story charges my desire to get married earlier. I may require everything to my husband while getting pregnant. Shall he bring Arnold Schwarzenegger to accompany me over night? Hey, it is just for preventing my baby drools. LOL.

Papua Oh Papua.. Bersabarlah..

,
Kasus freeport di Timika tak kunjung reda. Berawal dari protes karyawan freeport yang menuntut kesejahteraan, hingga berdampak perang sikut dengan pihak aparat. Bahkan kasus ini sudah menewaskan 3 korban, 2 diantaranya adalah para demonstran dan 1 orang dari pihak aparat. Bukankah ini sengketa intern antara dua pihak, yakni karyawan dan management Freeport, tapi kini cerita berbalik arah menjadi kasus kriminalitas antara para demonstran dan pihak kepolisian.

Apakah pertumpahan darah sudah menjadi pemandangan biasa antara demonstran dan aparat? Seharusnya kasus ini dapat diselesaikan dengan bijaksana, sungguh na'as jika sampai memakan korban jiwa. Menurut saya, apapun yang dilakukan para serikat kerja, itu adalah hak mereka untuk memperbaiki  dan meningkatkan kualitas hidup. Jika ditinjau lebih lanjut, para pekerja sudah menguras tenaga dan otak hanya untuk menggemukan kantong negara lain (baca:Amerika). Maka, sudah sepantasnya jika mereka memperjuangkan nilai penghasilan yang lebih tinggi, toh hasil yang mereka berikan untuk Freeport pun cukup membelalak mata. 

Menurut sumber website yang saya baca, tawaran kenaikan gaji sudah berubah dari tawaran sebelumnya yang hanya 22% bagi karyawan non staf selama periode dua tahun masing-masing 11%, kenaikan bonus metal sebesar 230% per bulan sesuai kenaikan harga emas dan tembaga, kontribusi tabungan rencana hari tua hingga 4%, namun penawaran anggaran trsebut belum mencapai kata mufakat. (http://us.finance.detik.com/read/2011/11/01/181651/1757777/4/tawaran-kenaikan-gaji-30-tetap-ditolak-karyawan-freeport)

Serikat kerja menuntut kenaikan gaji hingga 400% atau sekitar Rp 28 juta/bulan untuk level karyawan terendah, dan sekitar Rp 98 juta/bulan untuk karyawan tertinggi. Akan tetapi belum ada kata kesepakatan dari pihak Freeport. Hingga kini aktivitas di kawasan P.T Freeport belum kondusif, para karyawan masih mogok kerja. Namun  karyawan-karyawan dengan status kontrak sudah mulai beraktifitas seperti biasa. Hasil sumber daya alam yang diproses pun mengalami penurunan drastis kaena banyak pipa-pipa sambungan yang dirusak para demonstran. 

Itulah selintas berita yang saya amati dari berbagai media, kondisi di Timika tak kunjung membaik bahkan semakin buruk. Belum ada tindak lanjut atau gebrakan dari Pemerintah yang signifikan dalam kasus ini. Saya hanya bisa berharap agar tidak ada lagi pertumpahan darah dan nyawa di Papua, dan segala masalah dapat selesai tanpa menimbulkan masalah baru.

Friday, November 04, 2011

Bumi Digoyang

,

Bencana banjir dan gempa telah melanda wilayah di berbagai belahan dunia. Berawal dari gempa Turki yang cukup dasyat berkekuatan 8 SR, yang memakan hingga satu juta korban. Lalu disusul pula oleh gempa berkekuatan 6SR di Ambon. Selain itu ada pula banjir besar yang mengepung wilayah Thailand. Musibah dasyat ini telah melumpuhkan aktivitas para warga. Faktanya, ketiga bencana besar tersebut terjadi hanya dalam satu pekan. Apakah ini menandakan bumi kita sudah renta? Atau teguran halus dari Allah untuk para penghuninya?

Itulah sebuah misteri yang tak dapat kita terka. Namun sebagai manusia yang terketuk hatinya, saya pun memutar otak, apa yang dapat saya berikan untuk membantu para korban? Bantuan dalam bentuk materi tentu hal yang wajar. Dalam bentuk tenaga pun akan sangat berharga untuk mereka. Namun, apabila kedua hal tersebut belum bisa kita salurkan, apa yang sepatutnya kita kontribusikan sebagai insan yang memiliki hati nurani?

Jawabannya adalah “Doa yang tulus dan bersungguh-sungguh”. Marilah bersama-sama kita panjatkan doa kepada yang Maha Kuasa agar mereka dilimpahkan hati yang lapang, serta senantiasa diberikan kemudahan dalam segala urusan. Sesungguhnya dibalik sebuah cobaan pasti ada secercah rahasia indah Allah yang tak dapat diterka. 

Saya pun penulis yang tak luput dari dosa, ingin membisikan sebuah ayat: 
"Inna lillahi wa inna ilaihi rojiun" artinya: Semua berasal dari Allah, dan akan kembali kepada Allah.

Ada banyak hal yang dapat kita gali dari ayat di atas. Hal ini menyadarkan bahwa kita bukanlah siapa-siapa di dunia ini. Segala kenikmatan, kekayaan, dan gemerlapnya dunia hanyalah titipan Allah yang sewaktu-waktu dapat lenyap dan musnah.

Friday, October 28, 2011

Jangan Menjadi Seperti Keledai

,

 Siapakah diantara teman-teman yang pernah menjelma seperti seekor keledai dalam sebuah ladang jagung? Saya mengibaratkan korban hukum sebagai keledai dan instansi/lembaga hukum sebagai ladang jagung. hehe.. Jadi maksud saya, pernahkah kamu dibodohi oleh ketidakpastian hukum? Lets talk about Law! I am a layman but I wanna reveal my real story which puts me as a victim of structure of law.
Sebelum kamu memberikan jawaban, sebenarnya keluarga saya pernah menjadi keluarga keledai loh. Ups! Ini hanya sebatas perumpamaan ya. Hehe.
Ayah saya mempunyai seorang notaris kepercayaan keluarga, kita sebut saja dia Bunga. Apapun masalah sengketa yang melibatkan hukum, si Bunga inilah yang selalu pertama kali turun tangan membantu keluarga kami.
Kekecewaan kami dimulai saat ayah baru saja membeli sebuah rumah sederhana. Seperti biasanya, kami percayakan proses akte balik nama kepada si Bunga. Proses itu sudah kami lakukan sejak bulan Agustus 2010, dan sampai detik ini pun bulan Oktober 2011 masih belum ada kabar. 
Terhitung genap satu tahun, saya mendatangi Bunga dan menanyakan akte balik nama tersebut. Dengan ringan ia menjawab bahwa surat tersebut masih dalam proses di kantor pusat. What the Hell! Selama itukah prosesnya? Padahal kami sudah melunasi biaya administrasi yang ia minta, jumlahnya tidak sedikit lho. 
Dari pengalaman tersebut, saya merasa seperti seekor keledai bodoh yang diumpani seonggok jagung. Kami dianggap bodoh karena mempunyai latarbelakang kosong tentang dunia hukum. Kami terperangkap dalam suatu biduk permainan yang tak pernah diketahui alurnya. Tidak ada transparansi, bahkan kami hanya dibumbui janji yang tidak pasti. Kenapa selalu dipersulit bila terlibat dalam masalah hukum? Dimana integritas dan moralitas para penegak hukum? 
Kami sudah mengeluarkan sejumlah uang yang tidak sedikit jumlahnya, tapi mengapa pelayanan hukum Indonesia tidak memuaskan. Ini seperti pemerasan terselubung dengan iming-iming keamanan dari pihak kepolisian dan juga perlindungan hukum yang sah. Hadeh, ini namanya konspirasi busuk antara dua lembaga yang notabene, katanya "mengabdi kepada masyarakat." Atau jangan-jangan ini hanya modus untuk penggemukan rekening pribadi.Wallahualam! 
Lunturnya kepercayaan terhadap si Bunga membuat kami menjadi lebih berhati-hati dalam menunjuk orang saat terlibat kasus hukum. Apakah para kinerja penegak hukum di Indonesia telah bobrok? Yah, semoga saja masih ada insan cerdas, jujur, dan berintegritas tinggi yang terjun dalam dunia hukum secara professional di Negara kita tercinta ini. Amin
        

Libia Tanpa Khadafi

,
Mantan pemimpin Libia, Moammar Khadafi, tewas mengenaskan di tanah kelahirannya, Sirte, setelah diserang pasukan dewan, Kamis (20/10). Pria yang telah memimpin Libya selama 41 tahun ini diketahui tewas akibat tembakan peluru di kepalanya. Perdana Menteri Libya, Mahmoud Jibril, menerangkan seperti dilansir CNN, Jumat (21/10/2011), kejadian ini terjadi setelah pasukan Dewan Transisi Nasional berhasil mengepung kota Sirte, Khadafi ditangkap hidup-hidup dalam keadaan sehat tanpa perlawanan. Pria yang mengenakan kaos berwarna  coklat, dan sorban ini terkena tembak di lengan kanan saat ia akan dipindahkan ke dalam kendaraan untuk menuju Misrata. Pada saat Khadafi akan dimasukkan ke dalam mobil, baku tembak antara pasukan transisi dewan dan pasukan loyalis Khadafi pun terjadi. Khadafi terjebak dalam baku tembak tersebut, kemudian tembakan peluru melesat tepat mengenai bagian kepalanya, lalu ia tewas saat menuju Rumah Sakit.
Di rumah sakit, sampel DNA yaitu darah dan air liur Khadafi diperiksa tim porensik. Pihak Rumah Sakit menyatakan bahwa orang yang tewas tersebut adalah Khadafi. Tak lama kemudian, kerumunan orang di seluruh Libya bersorak-sorak merayakan kematian Khadafi.
Mengulas masa awal kepemimpinannya, Khadafi dikenal sebagai seorang pemimpin revolusioner yang berani dan radikan. Pria yang selalu memproklamasikan sistem anti-barat ini, berhasil mengenggam Libya setelah sukses merebut tahta kerajaan dari tangan Raja Idris, saat itulah satu kudeta ia taklukan. Ia mulai memimpin Libya pada tahun 1969, lantas merubah bentuk Negara dari kerajaan menjadi republik setelah 7 tahun masa awal kepemimpinannya. Selama menjadi pemimpin, Khadafi akrab dengan kekerasan. Ia mampu bertahan selama 40 tahun lebih, memakai segala cara untuk menaklukan musuhnya.
Khadafi tak pernah takut akan serangan operasi militer negara Amerika yang selama ini terus mengintainya. Pada tahun 1986, kediaman Khadafi dihajar bom oleh jet tempur Amerika, banyak pengikutnya yang tewas, namun Khadafi selamat dan terus melakukan pergolakan dan meneriakan sistem anti-Amerika di negeri Libya.
Meski tampak rapuh, semangat Khadafi tak pernah padam, ia terus mengobarkan api agar para pendukung setianya terus berjuang sampai titik darah penghabisan. Namun, sang pejuang yang memproklamasikan system soasialis islam di negeri Libia ini harus mengakhiri kisahnya setelah ditembak mati di Sirte.
Lalu, bagaimanakah nasib Libia selepas pemerintahan otoriter Khadafi? Apakah rakyat Libia masih dan akan terus tertawa setelah perayaan tewasnya pemimpin mereka?
Kita tidak dapat menyalahkan apapun langkah yang diambil rakyat Libia untuk menumbangkan rezim pemimpin mereka. Mereka layak dihargai atas segala upaya untuk memperjuangkan masa depan negara mereka.
Mantan pemimpin mereka yang otoriter telah menghabiskan banyak nyawa, tanpa pikir panjang ia menembak mati para demonstran, atau siapapun yang tidak sepakat dengan pola pemerintahannya. Tentu saja pertumpahan darah seperti ini tidak dapat diterima oleh siapapun, sehingga aksi nekat dan brutal antara pemimpin dan rakyatnya saling bersautan. Polah pemimpin yang tidak dapat diajak kompromi seperti ini yang akan disingkirkan oleh rakyatnya.
Ditinjau dari sektor ekonomi, Libya merupakan salah satu produsen minyak terbesar di dunia. Dampak dari pertumpahan darah ini, para pekerja ekspatriat beserta anggota keluarga mereka dievakuasi sehingga hal ini menghambat produksi minyak yang mengakibatkan kerugian besar bagi bangsa Libya sendiri.
Coba kita tengok dari pengalaman bangsa Irak dan Afganistan, mereka telah gagal berkoalisi dengan sistem demokrasi. Bisa jadi sistem tersebut hanya untuk kepentingan bangsa barat dan malah menjerumuskan bangsa Libia. Kita sungguh berharap nasib rakyat Libya tidak seperti rakyat Afghanistan dan Irak. Banyak yang harus mereka benahi, terutama ketertiban dan keamanan Negara harus segera diperhatikan setelah aksi kekerasan penggulingan pemimpin mereka. Semoga segera hadir seorang pemimpin yang mampu membawa Libia melewati masa-masa sulit ini dan bisa memberikan kesejahteraan untuk rakyat.

Makin Nakal Makin Laris

,

Lahirnya lagu-lagu dengan lantunan lirik “nakal” dan “menyentil” telinga kini semakin berkembang di Indonesia. Hal ini dapat kita lihat dari maraknya syair lagu dangdut yang menyudutkan peran wanita sebagai objek, baik dari segi moral maupun etika. Topik perselingkuhan, prostitusi, dan korban seksualitas menjadi hal hangat yang sudah tidak tabu lagi.
Tidak dapat dipungkiri, menjamurnya lagu-lagu tersebut kerap mendapat  respon cukup kontroversial dari berbagai lapisan masyarakat. Berawal dari video lips sing remaja berjudul “Keong Racun” yang kini sudah disaksikan lebih dari sejuta pasang mata, lalu dibuntuti lagu-lagu fenomenal yang tak kalah heboh,  telah menjadi sorotan massa. Bahkan dari lagu-lagu tersebut, muncullah konotasi sarcasm yang melejit di kalangan pendengar.
Lagu-lagu berkonotasi vulgar tersebut sudah tidak asing lagi berseliweran di televisi. Hal ini menjadi tantangan tersendiri bagi para orang tua dalam membimbing anak-anak mereka. Anak-anak berusia rawan perlu mendapat pantauan khusus dalam menikmati musik Indonesia saat ini. Mereka harus dibina agar mampu mencerna pesan moral, baik positif maupun negative yang terkandung dalam lirik lagu dewasa tersebut.
Apabila kita tinjau lebih jauh, sudah berapa banyak anak di bawah umur yang hamil di luar di luar nikah. Bahkan banyak pula anak-anak perempuan yang mengalami pelecehan seksual dari teman lelaki sebayanya. Sebuah penelitian di Amerika menunjukan bahwa, anak usia remaja yang sering mendengarkan lagu-lagu berlirik sarcasm, lebih rentan melakukan hubungan sex usia dini dibanding mereka yang sering mendengarkan lagu-lagu berkonotasi positif.
Lalu bagaimanakah para musisi menyikapi fenomena ini? Apakah kebebasan berekspresi menjadi alasan sehingga mereka tidak peduli dampak negative dari hasil karya mereka? 
Seharusnya hal ini menjadi pokok perhatian para musisi untuk menciptakan hasil karya yang berkualitas dan mendidik. Lagu untuk anak-anak seakan telah mati. Dunia hiburan kita sudah lama merindukan untaian lirik lagu ringan yang dilantunkan anak-anak dengan suara nyaring serta gerak-gerik lincah dan polos mereka. Mirisnya,  anak-anak lebih sering melantunkan lirik lagu dewasa, entah mereka memahami maknanya atau tidak. Hal ini bisa menjadi teguran untuk para musisi , namun ambisi popularitas lebih diutamakan daripada kualitas dalam fase ini. Minat pasar yang meroket membuat mereka berlomba-lomba membuat sensasi dalam dunia hiburan.
 

Time to Speak Up! Copyright © 2011 -- Template created by O Pregador -- Powered by Blogger Templates