Showing posts with label wanita. Show all posts
Showing posts with label wanita. Show all posts

Tuesday, December 06, 2011

Wanita Emas vs Sampah

,

Di tengah perjalanan dari Bekasi menuju Grogol, mata saya tertuju pada sebuah iklan besar yang memuat foto seorang wanita dengan tagline "Wanita Emas". Terhitung sampai 3x saya melihat gambar mentereng itu dimana-mana, jelas membuat saya penasaran siapa sih wanita bersanggul tinggi ini. Lucunya, gambar ini sangat familiar ditemukan di belakang kaca metromini Jabodetabek.

Tebak-tebakan slogan "wanita emas" ini terbesit di otak. Apakah dia seorang pengusaha emas? atau mungkin ia seorang wanita yang doyan memakai perhiasaan? atau apakah ia seorang titisan raja Midas, saat menyentuh apapun bisa mengubahnya menjadi emas?

Daripada jawabannya ngelantur, akhirnya saya browse di google. Berdasarkan info dari sumber terakurat, wanita emas ini bernama Hasnaeni, seorang wanita yang berjanji akan mengubah sampah menjadi emas. Ah, yang benar saja? Tetapi faktanya, slogan ini adalah bagian dari kampanye partai berwarna merah untuk CAGUB DKI. plak! Spontan saya menepok jidat, sudah kuduga, pasti ini bagian dari kampanye sebuah partai politik.

Pertanyaan yang ada di benak saya, apa benar Ibu Hasnaeni bisa merubah sampah menjadi emas? Benarkah dia pernah bermain-main dengan sampah? Sedangkan dari image yang saya amati, figur wanita ini sangat jauh dari background sampah. Coba saja lihat polesan make up dan sanggul tingginya, bak biduan papan atas. Agak meragukan jika seorang wanita glamor mau bermain-main dengan sampah. Entahlah, semoga bukan kamuflase belaka. Saat ini sulit sekali membedakan antara politikus dengan entertainer. Mereka sama-sama mencari banyak cara untuk dikenal publik, bahkan dengan cara-cara yang dramatis.

Kesimpulannya, saya sudah tidak penasaran lagi dengan slogan "Wanita Emas". Ada kemungkinan bila wanita ini terpilih menjadi gubernur, Jakarta akan bersih dari segala jenis sampah, termasuk sampah masyarakat kah? ups!

Sunday, November 20, 2011

Is it Funny?

,


Apa yang anda rasakan setelah melihat iklan di atas? Are they funny?
Ya, wanita kerap kali menjadi korban diskriminasi gender. Stigma wanita yang dianggap lebih rendah dari kaum pria, membuat mereka bertindak semena-mena dalam memproduksi iklan. Gambar-gambar tersebut hanya sebagian kecil yang saya temukan dari internet, alhasil beberapa iklan luar negeri mengexpose tema ini untuk menarik perhatian konsumen. Apakah gambar tersebut untuk menegaskan profil pria 'macho' dalam iklan mereka? Sungguh cara yang tidak manusiawi, mereka telah merendahkan citra wanita di mata publik.

Sejauh ini saya belum menemukan iklan berbau diskriminasi gender di Indonesia. Tidak dapat dipungkiri, secara visual iklan tersebut dapat merangsang kaum pria untuk berperilaku kasar terhadap wanita. Sudah berapa banyak wanita yang menjadi korban kekerasan? Apakah istilah entertain layak untuk dijadikan sebuah alasan? Bukankah masih banyak tema yang lebih bermoral dan valuable? Please, think smart!

Pictures source: http://beautifulishappy.blogspot.com/2010/10/iklan-diskriminasi-wanita.html

Tuesday, November 15, 2011

Aborsi Adalah Pilihan

,
Wanita mana yang tidak mendambakan kehadiran seorang malaikat kecil dalam hidupnya. Melahirkan, merawat, dan mendidik anak adalah cita-cita mulia yang menjadi impian setiap wanita. Ada rasa jengkel, sedih, dan iba berkecamuk dalam hati ketika mendengar seorang wanita menggugurkan kehamilannya (aborsi).

Segelintir info yang saya temukan, Indonesia dan Amerika adalah dua negara  yang memiliki pandangan berbeda dalam menyikapi aborsi. Abortion is legal in America, 4 dari 10 wanita hamil di Amerika melakukan aborsi, bahkan aborsi dianggap pilihan dan hak setiap wanita. Dalih demokrasi dijadikan alibi untuk mengkonduksi apapun, termasuk membunuh janin. Hal ini masih menjadi kontroversi di setiap negara,  sedangkan hukum di Indonesia melarang keras tindakan terkutuk ini karena dianggap tidak manusiawi serta tabu untuk budaya timur.

Sebagian besar kasus aborsi diakibatkan oleh kehamilan di luar nikah, dan pelaku terbanyak di Indonesia adalah wanita usia 20-24 tahun, dengan persentase sebesar 33%. (http://www.aborsi.org/pelaku.htm)
Banyak wanita keliru dalam mengambil sikap, mereka hanya berpikir pendek saat mengambil jalur pintas. Kehamilan di luar nikah dianggap aib, tujuan utama aborsi hanya untuk menutupi malu dan mempertahankan harga diri. Takut dikucilkan, dihina, atau pahitnya dibuang dari lingkungan. Namun, mengapa kata 'aib' itu tidak digaris bawahi sebelum mereka melakukan 'free sex'. 

Berdasarkan catatan dari Organisasi Kesehatan Dunia, WHO, ada 2,6 juta kasus aborsi tiap tahun di Indonesia. Hanya 15 persen tergolong aborsi legal dengan alasan medis, sisanya adalah kehamilan yang tak direncanakan. Wanita berbondong-bondong berburu klinik gelap untuk mengenyahkan janin mereka dengan ongkos aborsi dari Rp 1,5 juta hingga Rp 6 juta per kasus. 

Kitab Undang-Undang Hukum Pidana mengancam pelaku praktek ini dengan hukuman 15 tahun penjara. Akan tetapi undang-undang ini dirasa tumpul karena secara tindakan tampak kurang tegas. Bahkan ada beberapa pihak aparat dan dokter menjalin hubungan khusus untuk menggenjot bisnis menggiurkan ini. Bayangkan saja, ongkos aborsi bisa bergerak hingga 200 Miliar per tahun.

Pelaku utama aborsi adalah wanita yang melakukan seks pra nikah. Seks memang hal lumrah bagi setiap makhluk hidup. Namun, sadarlah setiap tindakan pasti ada konsekuensi yang harus dihadapi, baik secara jiwa maupun mental, bahkan meroda hingga jalur hukum. Wanita, bukanlah seekor binatang, yang berperilaku tanpa akal, dan berbuat tanpa tanggung jawab. Pikirkan lebih jauh sebelum bertindak, jangan biarkan dirimu hancur karena nafsu dan ego. Wanita adalah sosok yang paling dirugikan dalam hal ini, kehancuran akan selalu menghantui diliputi rasa bersalah yang tak pernah bosan melekat. Sekejap mata kasus ini mampu dituntaskan di tangan dokter, tapi bagaimana di tangan Allah?

 

Time to Speak Up! Copyright © 2011 -- Template created by O Pregador -- Powered by Blogger Templates