Showing posts with label Indonesia. Show all posts
Showing posts with label Indonesia. Show all posts

Sunday, December 04, 2011

Banyak Koruptor Banyak Rezeki

,



Jumat, 2 Desember 2011, Abraham Samad sukses terpilih sebagai ketua KPK (Komisi Pemberantasan Korupsi) yang baru. Momen ini membuat saya tertarik untuk menulis perihal kasus korupsi yang tumbuh subur di Indonesia. KPK adalah sebuah lembaga pemerintah yang dibentuk untuk memberantas aksi korupsi di Indonesia. Melihat prestasi ketua KPK sebelumnya, Antasari Azhar, mampu menyeret dan memenjarakan 40 orang anggota DPR-RI dan delapan orang menteri yang terlibat kasus pidana korupsi (www.antaranews.com). Walaupun harus mengakhiri nasibnya sebagai tersangka, sepak terjang Antasari mampu membuat gerah para pejabat. Sekarang tugas ini dialihkan kepada Abraham, diharapkan  aksinya  pun mampu menguak kasus para koruptor nakal tanpa pandang bulu.

"Saya sangat siap menerima semua risiko atas jabatan saya. Bahkan saya pun siap di Antasari-kan. Lebih dari itupun saya sangat siap, mesti harus sampai meninggal dunia. Itu artinya saya mati di jalan Allah," jawab Abraham, Ahad (4/12), dalam acara silaturahmi dengan puluhan tokoh dan aktivis Sulawesi Selatan di Sekretariat Komite Pemantau Legislatif (Kopel) Sulawesi, Makassar. (http://www.metrotvnews.com/metromain/news/2011/12/04/74276/Abraham-Samad-Terinspirasi-Baharuddin-Lopa)

Praktek korupsi tidak hanya dilakukan oleh petinggi-petinggi negara, tetapi juga rentan dilakukan oleh rakyat jelata. Namun, karena keagresifan media massa, blow up kasus korupsi 'kalangan atas' dinilai lebih menarik dibandingkan 'kalangan bawah'. Sebagai contoh, saya menemukan sebuah surat kabar nasional yang mengulas 4 berita besar kasus korupsi dalam sekali terbit. Pertama, berita mengenai kasus suap dalam pemilihan Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia tahun 2004 dengan tersangka Nunun Nurbaeti. Kedua, kasus Bank Century dengan terpidana Robert Tantular. Ketiga, korupsi wisma atlet SEA Games Palembang oleh Sekretaris Kemenpora, Wafid Muharam. Keempat, Kasus suap di Kementerian Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Kemnakertrans). Keempat kasus tersebut membuktikan bahwa para pemimpin kita telah gagal dan melenceng dari figur seorang pemimpin yang amanah..

Balik lagi ke konteks demokrasi, apakah faktor kekuasaan membuat para pemimpin buta? Coba kita tengok DPR dan DPRD yang dianggap sebagai wadah perwujudan demokrasi, malah menjadi sarang koruptor. Aktivitas seperti jual-beli aneka RUU, utak-atik anggaran, pemekaran wilayah, pemilihan kepala daerah, proyek pembangunan, pemilihan pejabat, dan sebagainya menjadi lahan basah korupsi para anggota dewan. Hal ini dapat dicatat sebagai tugas besar bagi KPK, apakah mereka mampu membongkar kedok para serigala berbulu domba?



Entah bagaimana cara meminimalisir kasus korupsi yang telah mewabah di Indonesia. Dalam Islam, tidak melihat laki-laki atau perempuan apabila mencuri minimal 0,5 gram emas maka tangannya akan dipotong. Apakah hukuman yang pantas untuk seorang koruptor yang mencuri uang rakyat ratusan juta bahkan milyaran rupiah? Sistem hukum pidana di Indonesia terbilang sangat lemah, para koruptor yang telah menjadi tersangka  bisa mendapat fasilitas remisi (masa potongan tahanan), tentu saja dengan aturan-aturan hukum yang saya tidak pahami.

Fakta sejarah Islam  mencatat, ketika hukum-hukum Islam dilakoni secara sempurna termasuk hukum pidana, ternyata hanya terjadi 200 kasus pidana saja selama 1300 tahun dalam masa pemerintahan Islam (sistem Khilafah). Seandainya hukum islam ini mampu diterapkan di Indonesia, tidak hanya akan meringankan tugas KPK, melainkan angka korupsi di Indonesia InsyaAllah akan berkurang dengan drastis.

Monday, November 14, 2011

26th Sea Games: Indonesia Banjir Emas

,
Atlet Indonesia mulai mengepakkan sayapnya dalam pesta olahraga bergengsi-Sea Games ke 26. Beribu rasa bangga dan sederet kekaguman membuat saya menggebu-gebu untuk menulis review prestasi Indonesia di Sea Games saat ini. Diawali dengan prestasi membanggakan dari atlet cabang dayung kelas kano, Eka Octarorianu, sukses mendapat medali emas pertama. Danau Cipule, Karawang, menjadi saksi bisu tombak semangat pemuda berusia 22 tahun ini. Di hari kedua, ada 3 medali emas disabet Indonesia dari cabang sepatu roda (Ajeng Nindya dan Muhammad Oky Andri), dan cabor sepeda (Purnomo). Dan masih banyak lagi deretan prestasi yang diraih pemuda-pemudi Indonesia dalam pesta olahraga yang diselenggarakan 2 tahun sekali ini.

Perolehan sementara sampai detik ini menurut situs resmi Sea Games ke 26 (seag2011.com), Indonesia telah menyabet 60 medali emas (gold), 48 perak (silver), 37 perunggu (bronze), dan total keseluruhan sementara adalah 145 medali. Saat ini Indonesia masih menduduki peringkat pertama, diikuti oleh Thailand dan Vietnam di posisi berikutnya. Saya harap posisi Indonesia tidak bergeser, dan hujan emas tetap mengguyur negeriku ini.

Satu hal yang tak kalah bombastis, aksi lihai tim garuda di cabang sepakbola berhasil menumbangkan 3 negara di lapangan hijau. Skor 6-0 sukses diraih mereka saat pertarungan pertama melawan Kamboja. Lalu disusul kemenangan yang tak kalah membanggakan saat melawan Singapura dengan skor 2-0. Bahkan tim sepakbola handal dari negara Gajah putih pun berhasil mereka bungkam dengan skor 3-1. It's so incredible!  

Prestasi gemilang ini diharapkan terus memotivasi para atlet sampai babak akhir. Rasa puas dan bangga tentu saja hal yang wajar, tetapi jangan sampai kita menjadi terlena hingga membuat lupa diri. Saya ingin dunia mengakui bahwa Indonesia memiliki prestasi yang hebat dalam bidang olahraga. Bukannya ingin menyombongkan diri, tapi itulah faktanya, negaraku bangsaku memang luar biasa! 
 

Time to Speak Up! Copyright © 2011 -- Template created by O Pregador -- Powered by Blogger Templates