Showing posts with label korban. Show all posts
Showing posts with label korban. Show all posts

Sunday, November 20, 2011

Is it Funny?

,


Apa yang anda rasakan setelah melihat iklan di atas? Are they funny?
Ya, wanita kerap kali menjadi korban diskriminasi gender. Stigma wanita yang dianggap lebih rendah dari kaum pria, membuat mereka bertindak semena-mena dalam memproduksi iklan. Gambar-gambar tersebut hanya sebagian kecil yang saya temukan dari internet, alhasil beberapa iklan luar negeri mengexpose tema ini untuk menarik perhatian konsumen. Apakah gambar tersebut untuk menegaskan profil pria 'macho' dalam iklan mereka? Sungguh cara yang tidak manusiawi, mereka telah merendahkan citra wanita di mata publik.

Sejauh ini saya belum menemukan iklan berbau diskriminasi gender di Indonesia. Tidak dapat dipungkiri, secara visual iklan tersebut dapat merangsang kaum pria untuk berperilaku kasar terhadap wanita. Sudah berapa banyak wanita yang menjadi korban kekerasan? Apakah istilah entertain layak untuk dijadikan sebuah alasan? Bukankah masih banyak tema yang lebih bermoral dan valuable? Please, think smart!

Pictures source: http://beautifulishappy.blogspot.com/2010/10/iklan-diskriminasi-wanita.html

Thursday, November 10, 2011

Papua Oh Papua.. Bersabarlah..

,
Kasus freeport di Timika tak kunjung reda. Berawal dari protes karyawan freeport yang menuntut kesejahteraan, hingga berdampak perang sikut dengan pihak aparat. Bahkan kasus ini sudah menewaskan 3 korban, 2 diantaranya adalah para demonstran dan 1 orang dari pihak aparat. Bukankah ini sengketa intern antara dua pihak, yakni karyawan dan management Freeport, tapi kini cerita berbalik arah menjadi kasus kriminalitas antara para demonstran dan pihak kepolisian.

Apakah pertumpahan darah sudah menjadi pemandangan biasa antara demonstran dan aparat? Seharusnya kasus ini dapat diselesaikan dengan bijaksana, sungguh na'as jika sampai memakan korban jiwa. Menurut saya, apapun yang dilakukan para serikat kerja, itu adalah hak mereka untuk memperbaiki  dan meningkatkan kualitas hidup. Jika ditinjau lebih lanjut, para pekerja sudah menguras tenaga dan otak hanya untuk menggemukan kantong negara lain (baca:Amerika). Maka, sudah sepantasnya jika mereka memperjuangkan nilai penghasilan yang lebih tinggi, toh hasil yang mereka berikan untuk Freeport pun cukup membelalak mata. 

Menurut sumber website yang saya baca, tawaran kenaikan gaji sudah berubah dari tawaran sebelumnya yang hanya 22% bagi karyawan non staf selama periode dua tahun masing-masing 11%, kenaikan bonus metal sebesar 230% per bulan sesuai kenaikan harga emas dan tembaga, kontribusi tabungan rencana hari tua hingga 4%, namun penawaran anggaran trsebut belum mencapai kata mufakat. (http://us.finance.detik.com/read/2011/11/01/181651/1757777/4/tawaran-kenaikan-gaji-30-tetap-ditolak-karyawan-freeport)

Serikat kerja menuntut kenaikan gaji hingga 400% atau sekitar Rp 28 juta/bulan untuk level karyawan terendah, dan sekitar Rp 98 juta/bulan untuk karyawan tertinggi. Akan tetapi belum ada kata kesepakatan dari pihak Freeport. Hingga kini aktivitas di kawasan P.T Freeport belum kondusif, para karyawan masih mogok kerja. Namun  karyawan-karyawan dengan status kontrak sudah mulai beraktifitas seperti biasa. Hasil sumber daya alam yang diproses pun mengalami penurunan drastis kaena banyak pipa-pipa sambungan yang dirusak para demonstran. 

Itulah selintas berita yang saya amati dari berbagai media, kondisi di Timika tak kunjung membaik bahkan semakin buruk. Belum ada tindak lanjut atau gebrakan dari Pemerintah yang signifikan dalam kasus ini. Saya hanya bisa berharap agar tidak ada lagi pertumpahan darah dan nyawa di Papua, dan segala masalah dapat selesai tanpa menimbulkan masalah baru.

Friday, November 04, 2011

Bumi Digoyang

,

Bencana banjir dan gempa telah melanda wilayah di berbagai belahan dunia. Berawal dari gempa Turki yang cukup dasyat berkekuatan 8 SR, yang memakan hingga satu juta korban. Lalu disusul pula oleh gempa berkekuatan 6SR di Ambon. Selain itu ada pula banjir besar yang mengepung wilayah Thailand. Musibah dasyat ini telah melumpuhkan aktivitas para warga. Faktanya, ketiga bencana besar tersebut terjadi hanya dalam satu pekan. Apakah ini menandakan bumi kita sudah renta? Atau teguran halus dari Allah untuk para penghuninya?

Itulah sebuah misteri yang tak dapat kita terka. Namun sebagai manusia yang terketuk hatinya, saya pun memutar otak, apa yang dapat saya berikan untuk membantu para korban? Bantuan dalam bentuk materi tentu hal yang wajar. Dalam bentuk tenaga pun akan sangat berharga untuk mereka. Namun, apabila kedua hal tersebut belum bisa kita salurkan, apa yang sepatutnya kita kontribusikan sebagai insan yang memiliki hati nurani?

Jawabannya adalah “Doa yang tulus dan bersungguh-sungguh”. Marilah bersama-sama kita panjatkan doa kepada yang Maha Kuasa agar mereka dilimpahkan hati yang lapang, serta senantiasa diberikan kemudahan dalam segala urusan. Sesungguhnya dibalik sebuah cobaan pasti ada secercah rahasia indah Allah yang tak dapat diterka. 

Saya pun penulis yang tak luput dari dosa, ingin membisikan sebuah ayat: 
"Inna lillahi wa inna ilaihi rojiun" artinya: Semua berasal dari Allah, dan akan kembali kepada Allah.

Ada banyak hal yang dapat kita gali dari ayat di atas. Hal ini menyadarkan bahwa kita bukanlah siapa-siapa di dunia ini. Segala kenikmatan, kekayaan, dan gemerlapnya dunia hanyalah titipan Allah yang sewaktu-waktu dapat lenyap dan musnah.
 

Time to Speak Up! Copyright © 2011 -- Template created by O Pregador -- Powered by Blogger Templates