Monday, November 14, 2011

26th Sea Games: Indonesia Banjir Emas

,
Atlet Indonesia mulai mengepakkan sayapnya dalam pesta olahraga bergengsi-Sea Games ke 26. Beribu rasa bangga dan sederet kekaguman membuat saya menggebu-gebu untuk menulis review prestasi Indonesia di Sea Games saat ini. Diawali dengan prestasi membanggakan dari atlet cabang dayung kelas kano, Eka Octarorianu, sukses mendapat medali emas pertama. Danau Cipule, Karawang, menjadi saksi bisu tombak semangat pemuda berusia 22 tahun ini. Di hari kedua, ada 3 medali emas disabet Indonesia dari cabang sepatu roda (Ajeng Nindya dan Muhammad Oky Andri), dan cabor sepeda (Purnomo). Dan masih banyak lagi deretan prestasi yang diraih pemuda-pemudi Indonesia dalam pesta olahraga yang diselenggarakan 2 tahun sekali ini.

Perolehan sementara sampai detik ini menurut situs resmi Sea Games ke 26 (seag2011.com), Indonesia telah menyabet 60 medali emas (gold), 48 perak (silver), 37 perunggu (bronze), dan total keseluruhan sementara adalah 145 medali. Saat ini Indonesia masih menduduki peringkat pertama, diikuti oleh Thailand dan Vietnam di posisi berikutnya. Saya harap posisi Indonesia tidak bergeser, dan hujan emas tetap mengguyur negeriku ini.

Satu hal yang tak kalah bombastis, aksi lihai tim garuda di cabang sepakbola berhasil menumbangkan 3 negara di lapangan hijau. Skor 6-0 sukses diraih mereka saat pertarungan pertama melawan Kamboja. Lalu disusul kemenangan yang tak kalah membanggakan saat melawan Singapura dengan skor 2-0. Bahkan tim sepakbola handal dari negara Gajah putih pun berhasil mereka bungkam dengan skor 3-1. It's so incredible!  

Prestasi gemilang ini diharapkan terus memotivasi para atlet sampai babak akhir. Rasa puas dan bangga tentu saja hal yang wajar, tetapi jangan sampai kita menjadi terlena hingga membuat lupa diri. Saya ingin dunia mengakui bahwa Indonesia memiliki prestasi yang hebat dalam bidang olahraga. Bukannya ingin menyombongkan diri, tapi itulah faktanya, negaraku bangsaku memang luar biasa! 

Saturday, November 12, 2011

Success is not About Money

,
Success can be generally defined as a goal achievement. The word 'success' may have a specific meaning for each person. For me, 'success' is talking about peacefulness, in both life and afterlife.

Sukses memiliki definisi yang cukup luas. Salah satu philanthropist favorit saya, Oprah Winfrey, mendefinisikan sukses sebagai  kemampuan menciptakan sebuah perubahan bukan hanya dalam hidupmu tetapi juga untuk kehidupan banyak orang.

"...being able to make a difference, not only your own life, but in other people's lives."-Oprah Winfrey

Quote tersebut sangat menginspirasi saya untuk menjelajahi ilmu yang lebih luas dan mengaplikasikannya kepada banyak orang. Akan tetapi, tidak harus menjadi seorang professor atau ilmuwan untuk menyumbang penemuan-penemuan luar biasa. Dan tidak pula harus menjadi seorang milyuner untuk dapat menolong sesama. Kesuksesan menghimbau keberadaan material, finansial, manajerial, sosial, psikologikal, emosional, bahkan spiritual.

Seorang balita di dalam bus pun telah sukses mengajarkan saya betapa berartinya sebuah arti kata 'terimakasih'. Kisah berharga ini terjadi saat saya pulang kuliah dengan menggunakan sarana transportasi umum. Dengan tubuh berpeluh, lelah, dan matahari yang seolah menari di atas kepala saya, membuat kondisi di dalam bus tidak nyaman. Ingin rasanya cepat-cepat tiba sampai tempat tujuan, akhirnya satu jam kemudian bus saya pun sampai. Saya jalan perlahan menuju pintu bagian depan bus, mengantri di belakang seorang ibu yang sedang menuntun anak balita berumur sekitar 4 tahun dan berjalan beriringan. Sebelum menginjakan kaki mungilnya di bibir pintu, balita itu menahan langkahnya dan berkata kepada sang supir, "Terimakasih ya, Bang." Saya tercengang seraya kagum mendengar ucapan sederhana itu terlontar dari mulut mungilnya. "Orang tua yang hebat," pikir saya. Secara etika, ibu itu telah sukses mendidik anak balitanya. Dan tanpa disadari, anak balitanya telah sukses mengajarkan sebuah pelajaran berharga untuk banyak orang di dalam bus.

Kisah sedehana tersebut menyadarkan saya bahwa ilmu sekecil apapun yang kita berikan untuk satu orang saja, bisa bermanfaat untuk banyak orang. Energi positif dari balita itu mampu merubah raut wajah sang supir menjadi bersinar, terlihat dari lontaran senyum nan tulus dan tampak lebih bersemangat untuk menjemput rezeki Allah.

Fitrah kita sebagai manusia yang tak pernah puas, membuat kita lupa, bahkan tidak menikmati kesuksesan yang kita capai.  Kesuksesan dalam hidup meliputi pencapaian kebahagiaan secara lahiriah dan batiniah. Banyak orang yang sudah mencapai kebahagiaan lahiriah, tetapi belum bisa merasakan kebahagiaan batiniah, begitu pula sebaliknya. Kesuksesan dunia identik dengan gaya hidup mewah, glamor, dan ambisi yang tidak pernah puas untuk terus mengejar harta. 

Sebuah obrolan panas yang sedang marak diperbincangkan, yaitu kasus pencucian uang dan pembobolan uang nasabah sebanyak 17 M oleh seorang wanita cantik, Melinda De. Deretan mobil mewah  dan sejumlah uang milyaran miliknya terpaksa harus disita, dan ia pun terancam vonis kurungan penjara lebih dari 10 tahun. Gemerlap duniawi telah membutakan mata banyak orang,  bahkan mereka rela menelantarkan moralitas dan harga diri. Apakah secara rasional mereka dapat dikatakan damai dan bahagia?   

Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda:

"Demi Allah, bukanlah kemiskinan yang aku takutkan (akan merusak agama) kalian, akan tetapi yang aku takutkan bagi kalian adalah jika (perhiasan) dunia dibentangkan (dijadikan berlimpah) bagi kalian sebagaimana (perhiasan) dunia dibentangkan bagi umat (terdahulu) sebelum kalian, maka kalian pun berambisi dan berlomba-lomba mengejar dunia sebagaimana mereka berambisi dan berlomba-lomba mengejarnya, sehingga dunia itu membinasakan kalian sebagaimana dunia membinasakan mereka." [Hadits shahih riwayat Al-Bukhari (no. 2988) dan Muslim (no. 2961)]

Hadis tersebut mengingatkan agar kita selalu waspada, jangan sampai nafsu mengendalikan diri kita. Jangan sampai kita terjerumus dalam glamornya kehidupan dunia yang bersifat sementara. Bentengi hati kita dengan iman dan takwa, karena rapuhnya keimanan seseorang pertanda jauhnya taufik dari Allah Subhanahu wa Ta'ala kepada hamba tersebut.

Saya menyimpulkan bahwa uang bukanlah tolak ukur seseorang dikatakan sukses. Sukses itu seharusnya bisa memberikan manfaat untuk orang lain, bukan malah merugikan banyak pihak. Menuju sukses membutuhkan proses, tetap patuhilah rambu-rambunya agar kita tidak trsesat. Tidak ada orang beriman yang takut akan masa depannya selama kita memiliki Kemauan, Kemampuan, dan keseriusan. Bismillah!

Friday, November 11, 2011

Sebuah Artikel Sesat di KOMPAS

,
Sebuah artikel Kompas sukses membuat saya dan sekelompok orang naik pitam, karena telah mengurai kutipan sesat tentang momen Idul Adha. Isi kutipan tersebut dimuat di Kompas tanggal 5 November 2011, berjudul "RENUNGAN IDUL ADHA, DI BALIK DONGENG MINA" karya Moeslim Abdurrahman di halaman 1.

Si penulis menyampaikan bahwa beberapa umat islam tidak mengetahui makna yang terkandung dalam moment Idul Adha. Sebagian dari mereka hanya menganggap penyembelihan hewan kurban sebagai tradisi yang dilaksanakan rutin setiap tahun. Ketika si penulis menguraikan ide tersebut, saya setuju kutipan itu dapat menjadi bahan intropeksi bagi seluruh umat muslim. Namun ada dua hal yang cukup mengiris hati, pertama adalah pemilihan kata yang cukup nyeleneh, dan kedua, menceritakan kisah yang melenceng dari ayat Al qur'an.

Saya menemukan sang penulis berkali-kali menggunakan kata "dongeng" dan "legenda" dalam mendeskripsikan kisah nabi Ibrahim Alaihis Salam dan tewasnya putra Nabi Muhammad, Al-Husain. Definisi dongeng berdasarkan Kamus Besar Bahasa Indonesia adalah cerita yang tidak benar terjadi, begitu pula dengan definisi legenda. Seolah-olah kisah suci nabi Ibrahim dan Al Husain, hanya fiktif belaka yang masih diragukan kebenarannya.

       Perhatikan potongan-potongan kutipan di bawah ini:
  • Kisah Nabi Ibrahim AS menyembelih anak kesayangannya memang bukanlah dongeng biasa.
  • Dongeng Mina setiap tahun memang harus kita kenang.
  • Sebab, setiap dongeng sesungguhnya tidak berbicara tentang kisahnya sendiri.
  • …jika kita mau menuturkan kembali dongeng Mina sebagai ide perubahan.
  • Itulah hebatnya sebuah dongeng suci. Seolah-olah peristiwanya tidak pernah usai….
  • Kalau diresapi, dongeng Mina – yaitu saat Nabi Ibrahim AS bersedia menyembelih anak kesayangannya tersebut — sesungguhnya bukan semata-mata ujian tentang keimanan.
  • 'Asyura-itu kini jadi legenda di dunia.
Sangat miris membaca kutipan-kutipan di atas, dimana seorang cendekiawan muslim hanya menganggap sebuah kisah suci sebagai dongeng belaka. Selain itu, pada halaman 7 terdapat kutipan bahwa tewasnya anak Nabi Muhammad Sallahu Alaihi Wassalam, Al Husain, saat pertentangan pemerintahan Bani Umayah dikaitkan dengan momen Idul Adha. Padahal umat muslim diperintah menyembelih kurban untuk mencontoh pengorbanan Nabi Ibrahim sebagai bentuk ketaatan kita kepada Allah Sang Khalik.

Kompas seharusnya lebih berhati-hati dalam memproses tulisan yang akan beredar, apalagi hal ini menyangkut nilai agama yang sangat sakral. Semoga Allah melindungi penulis, pembaca, dan yang mempublish artikel sesat tersebut.

Generasi Muda kok Hobi Demo?

,
Generasi muda di Indonesia tampaknya sangat agresif saat terjun bebas ke dalam dunia politik. Mereka mampu berekspresi, meneriakan aspirasi, serta memberi gebrakan untuk perubahan Indonesia yang lebih baik. Bahkan, banyak pula diantara mereka yang menentang pemerintah, seolah-olah mereka mampu menjadi dalang dalam pergerakan reformasi saat ini. Mereka rela mogok makan, tidur di jalanan, dan memblokir jalan-jalan utama agar suara mereka di dengar oleh para petinggi negara.

Demonstrasi mewarnai ibukota, hiruk pikuk nan rusuh meresahkan para pemakai jalan. Para demonstran itu tidak lain beranggotakan mahasiswa-mahasiswa aktif dari perguruan tinggi ngetop. Mereka berteriak-teriak sambil membawa spanduk bertuliskan kecaman, protes, atau pun penghinaan terhadap para petinggi negara. Bahkan terkadang mereka memainkan sebuah parodi sindiran atas kegagalan Pemerintah dalam mensejahterakan rakyatnya. Biasanya untuk mengekspresikan emosi, mereka membakar ban, bendera, dan foto-foto presiden atau pun pejabat negara. Bukan hal aneh, apabila pihak aparat kepolisian harus mengambil tindakan tegas untuk mengerem aksi mereka yang terkadang anarkis. Aksi demonstrasi ini biasanya diakhiri perang sikut antara pihak kepolisian dan para mahasiswa. Tentu saja hal ini akan berdampak buruk karena bisa melukai satu sama lain, bahkan memakan korban jiwa.

Sebaik-baik niat dan tujuan awal mereka, tetap saja mereka lupa akan kewajiban mereka sebagai pelajar. Mereka yang dibekali edukasi tinggi pasti lebih mengetahui tindakan apa yang dapat mereka lakukan untuk menciptakan sebuah "perubahan" bagi negara.

Bukankah sejak duduk di sekolah dasar kita sudah dididik untuk mengharumkan nama bangsa? Tentu saja dengan mengaplikasikan ilmu yang kita peroleh agar berguna bagi masyarakat luas. Banyak mahasiswa berprestasi yang tidak banyak cakap, namun memiliki etos kerja dan integritas tinggi dalam mengharumkan nama bangsa di dunia internasional. Itulah yang seharusnya kita tela'ah lebih dalam. Jangan hanya meneriakan kata demokrasi apabila kita belum mampu memaknai arti kata "demokrasi" yang sesungguhnya.

Sebuah quote favorit saya dari K.H Abdullah Gymnastiar:

"Gak usah sok sibuk memikirkan masalah bangsa, kalau diri sendiri masih menjadi masalah bangsa ini."

Dapat disimpulkan bahwa beberapa generasi muda terlalu banyak menuntut tanpa berupaya untuk memberikan kontribusi bermakna untuk bangsa dan negara. Semoga tidak ada kepentingan-kepentingan opnum tertentu dibalik aktivitas demonstran. Diharapkan pula tidak ada provokasi sengit terselubung untuk menjatuhkan kiprah satu sama lain di dunia politik, apalagi hanya memanfaatkan semangat generasi muda yang menggebu untuk kepentingan pribadi. #miris

Thursday, November 10, 2011

Why Do Some Babies Drool?

,
One of my male friends asks me a ridiculous question, is there any relations between the desire of pregnant mother and "baby's spittle"? As I know, there is a popular rumor in Indonesia, if a pregnant Mom's desire can't be fulfilled, her baby will drool overtime after being born. My laugh turns louder after listening to his question and story about his funny uncle.

My friend uncle's wife is getting pregnant for their first-lovely kid. In case, whatever her desire, her husband always gives it as soon as possible. Moreover, on the middle of night above 12 am, she was suddenly eager to eat mango so she woke her husband up immediately. Then, her husband climbed the tree to take some mangoes out for his wife. LOL.

I don't know what the relation is. In fact, some husbands always try to make their wife happy with a great love. They will do anything to keep their baby and Mom feel at ease. Wow, this story charges my desire to get married earlier. I may require everything to my husband while getting pregnant. Shall he bring Arnold Schwarzenegger to accompany me over night? Hey, it is just for preventing my baby drools. LOL.

Papua Oh Papua.. Bersabarlah..

,
Kasus freeport di Timika tak kunjung reda. Berawal dari protes karyawan freeport yang menuntut kesejahteraan, hingga berdampak perang sikut dengan pihak aparat. Bahkan kasus ini sudah menewaskan 3 korban, 2 diantaranya adalah para demonstran dan 1 orang dari pihak aparat. Bukankah ini sengketa intern antara dua pihak, yakni karyawan dan management Freeport, tapi kini cerita berbalik arah menjadi kasus kriminalitas antara para demonstran dan pihak kepolisian.

Apakah pertumpahan darah sudah menjadi pemandangan biasa antara demonstran dan aparat? Seharusnya kasus ini dapat diselesaikan dengan bijaksana, sungguh na'as jika sampai memakan korban jiwa. Menurut saya, apapun yang dilakukan para serikat kerja, itu adalah hak mereka untuk memperbaiki  dan meningkatkan kualitas hidup. Jika ditinjau lebih lanjut, para pekerja sudah menguras tenaga dan otak hanya untuk menggemukan kantong negara lain (baca:Amerika). Maka, sudah sepantasnya jika mereka memperjuangkan nilai penghasilan yang lebih tinggi, toh hasil yang mereka berikan untuk Freeport pun cukup membelalak mata. 

Menurut sumber website yang saya baca, tawaran kenaikan gaji sudah berubah dari tawaran sebelumnya yang hanya 22% bagi karyawan non staf selama periode dua tahun masing-masing 11%, kenaikan bonus metal sebesar 230% per bulan sesuai kenaikan harga emas dan tembaga, kontribusi tabungan rencana hari tua hingga 4%, namun penawaran anggaran trsebut belum mencapai kata mufakat. (http://us.finance.detik.com/read/2011/11/01/181651/1757777/4/tawaran-kenaikan-gaji-30-tetap-ditolak-karyawan-freeport)

Serikat kerja menuntut kenaikan gaji hingga 400% atau sekitar Rp 28 juta/bulan untuk level karyawan terendah, dan sekitar Rp 98 juta/bulan untuk karyawan tertinggi. Akan tetapi belum ada kata kesepakatan dari pihak Freeport. Hingga kini aktivitas di kawasan P.T Freeport belum kondusif, para karyawan masih mogok kerja. Namun  karyawan-karyawan dengan status kontrak sudah mulai beraktifitas seperti biasa. Hasil sumber daya alam yang diproses pun mengalami penurunan drastis kaena banyak pipa-pipa sambungan yang dirusak para demonstran. 

Itulah selintas berita yang saya amati dari berbagai media, kondisi di Timika tak kunjung membaik bahkan semakin buruk. Belum ada tindak lanjut atau gebrakan dari Pemerintah yang signifikan dalam kasus ini. Saya hanya bisa berharap agar tidak ada lagi pertumpahan darah dan nyawa di Papua, dan segala masalah dapat selesai tanpa menimbulkan masalah baru.

Friday, November 04, 2011

Bumi Digoyang

,

Bencana banjir dan gempa telah melanda wilayah di berbagai belahan dunia. Berawal dari gempa Turki yang cukup dasyat berkekuatan 8 SR, yang memakan hingga satu juta korban. Lalu disusul pula oleh gempa berkekuatan 6SR di Ambon. Selain itu ada pula banjir besar yang mengepung wilayah Thailand. Musibah dasyat ini telah melumpuhkan aktivitas para warga. Faktanya, ketiga bencana besar tersebut terjadi hanya dalam satu pekan. Apakah ini menandakan bumi kita sudah renta? Atau teguran halus dari Allah untuk para penghuninya?

Itulah sebuah misteri yang tak dapat kita terka. Namun sebagai manusia yang terketuk hatinya, saya pun memutar otak, apa yang dapat saya berikan untuk membantu para korban? Bantuan dalam bentuk materi tentu hal yang wajar. Dalam bentuk tenaga pun akan sangat berharga untuk mereka. Namun, apabila kedua hal tersebut belum bisa kita salurkan, apa yang sepatutnya kita kontribusikan sebagai insan yang memiliki hati nurani?

Jawabannya adalah “Doa yang tulus dan bersungguh-sungguh”. Marilah bersama-sama kita panjatkan doa kepada yang Maha Kuasa agar mereka dilimpahkan hati yang lapang, serta senantiasa diberikan kemudahan dalam segala urusan. Sesungguhnya dibalik sebuah cobaan pasti ada secercah rahasia indah Allah yang tak dapat diterka. 

Saya pun penulis yang tak luput dari dosa, ingin membisikan sebuah ayat: 
"Inna lillahi wa inna ilaihi rojiun" artinya: Semua berasal dari Allah, dan akan kembali kepada Allah.

Ada banyak hal yang dapat kita gali dari ayat di atas. Hal ini menyadarkan bahwa kita bukanlah siapa-siapa di dunia ini. Segala kenikmatan, kekayaan, dan gemerlapnya dunia hanyalah titipan Allah yang sewaktu-waktu dapat lenyap dan musnah.
 

Time to Speak Up! Copyright © 2011 -- Template created by O Pregador -- Powered by Blogger Templates